Friday, December 26, 2008

Menempa al-Quran Emas

Karya seni untuk sebuah hasil mulia

Gozak merupakan kilang pencetak wang negara di Moskow, yang bernaung di bawah Kementerian Kewangan Rusia. Tidak lama dahulu, institusi ini melakukan kerja yang agak di luar rangka kerja rasminya. Usaha ini boleh disebut suatu usaha luar biasa, malah satu keajaiban seni.

Apa tidaknya: kilang ini telah menempa atau mencetak mushaf al-Quran yang merupakan manuskrip peninggalan Khalifah Saiyidina Usman RA pada abad ke-8 di atas 'lempengan' emas murni 999.9 karat. Manuskrip ini adalah sebuah harta amat berharga yang tersimpan di Institut Ketimuran, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia Cawangan Saint-Petersburg.

Usaha ini merupakan "sebuah karya luar biasa. Suatu keajaiban seni," kata Dr. Dmitry Frolov, Ketua Bagian Filologi Arab dari Institut Negeri-negeri Asia dan Afrika, Universiti Negeri Moskow.


Al-Quran emas. Gambar kecil di dalam pemidang di sebelah kanan adalah salah satu halaman mushaf; sementara gambar di tengah-tengah adalah mushaf lengkap disusun dalam pemidang kayu berkualiti.


Svet Zakharov, seorang penulis Rusia melaporkan, menurut rancangan, perusahaan Rusia berinisial "WT" ini akan menempa 10 salinan mushaf emas al-Quran ini. Salinan pertama yang berupa edisi lengkap berisi 164 keping emas berukuran 13.6 sm x 9.6 sm, dengan berat masing-masing lempeng (halaman) 75 gram itu sudah selesai. Sembilan salinan lainnya dijangkakan selesai empat hingga enam bulan kemudian.

"Di dunia ini, tidak begitu banyak kitab yang memiliki peranan luar biasa penting dalam sejarah peradaban umat manusia. Kitab Injil dan al-Quran memiliki peranan yang istimewa itu," demikian pendapat Dr. Frolov.

Buku-buku suci, manuskrip-manuskrip klasik yang membina dunia ini, menurut Frolov lagi, secara fizikalnya lambat laun rosak dan tidak banyak lagi jumlahnya. Salah satu objektif menerbitkan mushaf al-Quran versi emas ini adalah untuk menjadikan peninggalan suci itu abadi secara fizikal. Tambahan lagi, mushaf Saint-Petersburg ini diakui dan dinilai sebagai mushaf Quran tertua dan paling lengkap di antara manuskrip al-Quran yang ada di dunia.

Secara teknik, mencetak manuskrip tua ke atas lempengan emas sangatlah rumit. Sebagai contoh, untuk menyelesaikan salinan al-Quran emas pertama saja, diperlukan waktu tidak kurang dari satu setengah tahun. Padahal, projek ini dikerjakan di bawah arahan kilang pencetak wang Rusia, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

"Ini bukan projek biasa, melainkan pekerjaan tradisional yang menuntut kesempurnaan," kata Diana Yampolskaya, Timbalan Pengarah Goznak. Lebih jauh Diana mengemukakan, bahagian tersulit dalam pekerjaan ini adalah membuat permukaan setiap plat dalam keadaan mulus dan selicin cermin. Bayangan tentang tebal pelat yang hanya 0.3 mm menjadikan proses menempa tulisan tangan di atasnya sangat sukar. Tekanan terlalu keras saat menempa, menurut Diana, akan menciptakan lubang di permukaan plat. Diperlukan ketepatan kekuatan tekanan secara merata di semua permukaan. Untuk itu, Goznak mendatangkan peralatan khusus yang sesuai dan "tukang tempa" yang dididik secara khusus untuk projek ini.

Secara sederhananya, proses pembuatan lembaran-lembaran al-Quran emas itu sebagai berikut. Gulungan plat emas dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki, kemudian ditaruh pada sebuah bidang khusus untuk penempaan. Targetnya, tercetak rangkaian huruf Arab yang mengilap seperti beludru dengan kilau emas. Ia tetap berkilat tanpa digosok. Untuk setiap halaman manuskrip, dibuat acuan huruf (matriks) tersendiri. Bahagian ini merupakan proses kerja paling unik dengan tingkat kesulitan tinggi. Namun, kata Diana, berkat bantuan teknologi tinggi yang terbaru dalam bidang cetak-mencetak (counter-proof technique), tipologi huruf dan reka bentuk plat terakhir tidak akan berbeza dengan halaman emas yang pertama.

"Tukang tempa kami berkeahlian sangat tinggi untuk mencapai kualiti yang sama tingginya di semua plat," Diana menambahkan.

Demi kesempurnaan hasil, setelah mendapat pendidikan khusus sebelum mencetak naskhah emas pertama, para seniman tempa itu berlatih berulang kali di atas plat tembaga. "Setelah sempurna teknik mereka, baru beranjak ke bahan plat emas," kata Diana pula.

Dengan kualifikasi dan strategi yang sama, kesembilan salinan yang lain, menurut Diana, tak akan berbeza mutunya dari salinan pertama yang sudah jadi. Pada masa depan, Diana mengemukakan, pihaknya akan mencoba menerbitkan manuskrip-manuskrip dan menerbitkan kembali kitab-kitab kuno menggunakan bahan logam-logam lain.

Apakah mushaf al-Quran emas ini akan terlihat seperti kitab "konvensional" lainnya? Diana mengatakan, secara teknikal karya ini boleh berbentuk buku. "Tetapi kami tidak ditugasi 'menjahitnya'. Ia hanya berupa kumpulan plat halaman yang masing-masing dipasangkan ke dalam rangka kayu berkualiti tinggi," ujarnya.

Menurut Timbalan Pengarah Institut Ketimuran Moskow, Dr. Vladimir Isayev, di lembaganya masih banyak tersimpan manuskrip dan buku lama yang unik. "Para saudagar Rusia berbeza daripada saudagar asing lainnya. Mereka tidak saja membawa emas dari Timur, melainkan juga manuskrip," paparnya.

Di Institut Ketimuran Moskow, menurut Isayev, jumlah manuskrip Arab saja boleh mencapai 10.000 buah. Koleksinya bahkan lebih besar dari yang ada di seluruh dunia Arab. "Manuskrip itu semuanya autentik dan banyak di antaranya yang masih belum dikenal umum." Isayev menambahkan.

Khusus tentang cetak emas manuskrip al-Quran versi Khalifah Usman ini, Isayev juga memberi tanggapan positif. "Saya gembira sekali sebahagian wang dari projek ini akan dipakai untuk keperluan kajian ketimuran, termasuk untuk penerbitan manuskrip yang belum kita ketahui," ungkapnya.

Satu di antara 10 salinan al-Quran emas tersebut, menurut Vladimir Prusakov, Pengarah WT Company, akan diberikan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai hadiah. "Salinan kedua akan diberikan sebagai hadiah kepada Institut Ketimuran Cawangan Saint-Petersburg," ujar Prusakov. Delapan salinan lainnya kelak, lanjut Prusakov, sebaiknya disimpan oleh para pemimpin negara Islam, dan mungkin muzium-muzium nasional. Prusakov menjanjikan, sebagian wang yang diperoleh dari projek penerbitan al-Quran emas ini akan dihibahkan untuk membina Pusat Budaya Buku Islam di Institut Ketimuran.

Dengan mengutip ucapan Vladimir Putin, Prusakov mengatakan bahawa Rusia dalam rentang sejarahnya memiliki hubungan khusus dengan dunia Muslim dan Arab. "Semenjak zaman lampau hingga ke sejarah moden, kami menganggap dunia Muslim dan Arab sebagai salah satu sekutu kami yang terdekat," begitu Prusakov mengutip ucapan Putin.

Sayang, pihak WT Company tak menjelaskan "harga jual" al-Quran emas itu. Prusakov hanya menyebut kata kuncinya: sangat mahal. "Tetapi buku suci ini akan ada berabad-abad lamanya dan akan terus bercahaya, bahkan ketika kita sudah tidak ada lagi," ujar Prusakov.

No comments: